Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Full Issue
Articles
-
PENYULUHAN ASPEK MORFOLOGI, PENYIMPANAN SALAK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PRODUK SALAK SUWARU (Salacca zallacca var Suwaru) di P4S INTAN
Yahmi Ira Setyaningrum ITKM WCH Indonesia , Arindra Nirbaya Indonesia , Sri Hapsari Suhartono Putri IndonesiaAbstract
Salak suwaru is one of the typical local potentials of Malang, which P4S Intan utilizes to make salak chips and lunkhead. P4S Intan is a training center for agricultural products, which is also a small business that produces various snacks from local potential. Based on the situation analysis, there needed to be material on the morphology and storage of salak in the training program. In addition, the packaging does not contain information on nutritional content. The purpose of this community service program is to increase knowledge about the morphology and storage of salak fruit and also to provide assistance with nutrient analysis. The method was conducted in an in-depth discussion until it compiled the morphology and storage of local salak suwaru. The ITKM Bachelor of Nutrition Science carried out nutritional content analysis assistance to complete information on the nutritional content of salak chips and salak dodol products. The results of this program can increase knowledge about the morphological aspects and storage of salak on the part of partners so that a handout can be used as additional material in the training program. The importance of including information on nutritional content on product packaging was also conveyed to partners. The results of the healthy content test are submitted to the P4S Intan owner, which is expected to be included in the packaging.
Keywords: Salak, Morphology, Storage, NutritionAbstrak
Salak suwaru adalah salah satu potensi lokal khas Malang yang dimanfaatkan oleh P4S Intan untuk membuat keripik dan dodol salak. P4S Intan merupakan salah satu pusat pelatihan produk pertanian, yang juga UKM yang memproduksi berbagai cemilan dari potensi lokal. Berdasarkan analisis situasi didapatkan fakta belum ada materi morfologi dan penyimpanan salak dalam program pelatihan. Selain itu, pada kemasan belum tertera informasi kandungan gizi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang morfologi dan penyimpanan salak, dan juga memberikan pendampingan analisis zat gizi. Metode dilakukan secara diskusi mendalam sampai tersusun materi morfologi dan penyimpanan salak lokal suwaru. Pendampingan analisis kandungan gizi dilakukan oleh S1 Ilmu Gizi ITKM untuk melengkapi informasi kandungan gizi pada produk keripik salak dan dodol salak. Hasil program ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang aspek morfologi dan penyimpanan salak pihak mitra, sampai tersusun suatu hand out yang dapat digunakan sebagai materi tambahan dalam program pelatihan. Pentingnya pencantuman informasi kandungan gizi pada kemasan produk juga disampaikan pada pihak mitra. Hasil uji kandungan gizi disampaikan kepada pemilik P4S Intan yang selanjutnya diharapkan akan dicantumkan pada kemasan.
Kata Kunci: Salak, Morfologi, Penyimpanan, Nutrisi.Pages: 01-11Views: 1,043 Downloads: 1,267PEMANFAATAN ARANG AKTIF TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU DI SENTRA PRODUKSI TAHU KAMPUNG IWUL, BOGOR
Mamay Maslahat SCOPUS ID: 57189219858 (Analytical Chemistry) Department of Chemistry, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Srikandi Srikandi Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Nia Yuliani Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Dian Arrisujaya Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa IndonesiaAbstract
Tofu is one of the highly nutritious food ingredients, a source of vegetable protein that is needed by the community, has a relatively low price so that it can be reached by the community, and can replace rather expensive animal protein sources. Bojong Sempu Village, Parung District, Bogor Regency, is a tofu production centre village with business actors included in the Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) criteria. One of the partners' problems is the need for a wastewater treatment plant (IPAL) for tofu liquid waste. This service informs tofu artisans about processing liquid waste by adsorbing activated charcoal from empty palm oil bunches (Arif-Takosa). The activities carried out in the implementation of community service are counselling, filling out pretest and post-test questionnaires for participants, submitting drums for processing tofu liquid waste, stainless steel pans, Arif-Takosa and monitoring liquid waste storage and tofu liquid waste disposal channels. The results achieved by counselling on making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste increased the knowledge and understanding of tofu artisans about making Arif-Takosa and processing tofu liquid waste. We have seen this from the post-test after counselling. Each tofu artisan was given a drum and Arif-Takosa for processing tofu liquid waste at the factory. Based on monitoring at partner locations, the liquid waste from tofu production had not been processed and was immediately discharged into the environment.
Keywords: Adsorption, Arif-Takosa, Tofu ArtisansAbstrak
Tahu merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi, sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yang memiliki harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat dan dapat menggantikan sumber protein hewani yang relatif mahal. Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor adalah salahsatu desa sentra produksi tahu dengan pelaku usaha termasuk dalam kriteria Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu permasalahan UMKM tahu ini sebagai mitra adalah belum ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah cair tahu. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para pengrajin tahu tentang pengolahan limbah cair tahu secara adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit (Arif-Takosa). Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan, pengisian kuisioner pretest dan post test peserta, penyerahan drum untuk pengolahan limbah cair tahu, panci stainless steel, Arif-Takosa, dan pemantauan penampungan limbah cair dan saluran pembuangan limbah cair tahu. Hasil yang dicapai dengan dilakukannya penyuluhan pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pengrajin tahu tentang pembuatan Arif-Takosa dan pengolahan limbah cair tahu, hal ini ditunjukkan dari post test setelah penyuluhan. Para pengrajin tahu masing-masing diberikan 1 buah drum dan Arif-Takosa yang dapat digunakan pada pengolahan limbah cair tahu di pabriknya karena berdasarkan pemantauan di lokasi mitra, limbah cair produksi tahu belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan.
Kata Kunci: Adsorbsi, Arif-Takosa, Pengrajin TahuPages: 12-24Views: 1,230 Downloads: 942BEL SEKOLAH OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM UPAYA PENDISIPLINAN SISWA SD NEGERI REJOSO PINGGIR JOMBANG
Suci Prihatiningtyas UNIVERSITAS KH. A. WAHAB HASBULLAH Indonesia , Ino Angga Putra Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Indonesia , Onie Meiyanto Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Indonesia , Muhammad Firmansyah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Indonesia , Febby Indah Oktavia Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Indonesia , Serly Amelia Universitas KH. A. Wahab Hasbullah IndonesiaAbstract
An essential component in the education work that all school members must consider is discipline in teaching and learning activities. A timeline always marks one example of a field according to a predetermined schedule, including entry schedules, changing subjects, and going home. Change of time is observed by ringing the school bell. The problems faced by the partners are the regulation of changing the allocation of time for each subject contained in the learning system, which still uses a manual bell so that the process of changing learning hours is not maximized, and the timeliness of the officers in ringing the bell to change class hours. Bell ringing is still done manually, so there are still obstacles in its application, including delays in ringing the bell. This activity aims to apply appropriate technology for automatic school bells using Arduino to discipline students. The problem-solving method in Community Partnership Program activities is through observation to analyze the situation and design a mechanical school bell based on the Arduino Uno microcontroller. The results obtained from this activity can reduce the obstacles encountered while using the manual bell so that the bell function can be increased effectively with this new system. The automatic bell system developed at SDN Rejosopinggir is a system-based Arduino Uno microcontroller where the system is equipped with various kinds of sounds that have been determined so that it is easy to operate the bell. The work program research conducted at SDN Rejosopinggir positively impacts the discipline of students when changing study bells or activities.
Keywords: Arduino, Automatic School Bell, Discipline, Appropriate TechnologyAbstrak
Komponen penting dalam dunia pendidikan yang harus diperhatikan oleh seluruh warga sekolah adalah kedisiplinan waktu kegiatan belajar mengajar. Salah satu contoh kedisiplinan selalu ditandai dengan ketepatan waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan meliputi jadwal masuk, pergantian mata pelajaran, dan pulang. Pergantian waktu ditandai dengan pembunyian bel sekolah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pengaturan pergantian alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada sistem pembelajaran masih menggunakan bel manual, sehingga dalam melakukan proses pergantian jam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal, dan ketidaktepatan waktu oleh petugas dalam membunyikan bel tanda pergantian jam pelajaran. Pembunyian bel masih dilakukan secara manual sehingga masih ada kendala dalam penerapannya, diantaranya adalah keterlambatan dalam membunyikan bel. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna bel sekolah otomatis menggunakan Arduino sebagai upaya untuk mendisiplinkan siswa. Metode pendekatan penyelesaian masalah dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dilakukan melalui observasi untuk menganalisis situasi, lalu merancang bel sekolah otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Hasil dari kegiatan ini dapat mengurangi kendala yang dihadapi selama menggunakan bel manual, sehingga penerapan sistem yang baru ini dapat meningkatkan fungsi bel secara efektif. Sistem bel otomatis yang dikembangkan di SDN Rejosopinggir ini adalah sistem berbasis mikrokontroler Ardiano Uno. Sistem tersebut dilengkapi dengan berbagai macam suara yang telah ditentukan sehingga sangat memudahkan dalam mengoperasikan bel tersebut. Pelaksanaan program kerja yang dilakukan di SDN Rejosopinggir ini memberikan dampak positif bagi kedisiplinan para siswa di saat pergantian bel belajar atau kegiatan.
Kata Kunci: Arduino, Bel Sekolah Otomatis, Disiplin, Teknologi Tepat GunaPages: 25-38Views: 1,695 Downloads: 1,213PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD UNTUK GURU-GURU DI SDN KEDUNGREJO MEGALUH DAN IMPLEMENTASINYA PADA PESERTA DIDIK
Iin Baroroh Ma'arif Universitas KH. A. Wahab Hasbullah , Luluk Choirun Nisak Nur Universitas KH. A. Wahab Hasbullah , Denoena Hanifah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Indonesia , Firda Nur Laili Universitas KH. A. Wahab Hasbullah IndonesiaAbstract
At the elementary school level, English is one of the mandatory local content for students. Several factors in learning English at school lead to low memory and understanding of English vocabulary at the elementary school level. One is that the media used in some schools could be more varied, so it does not attract students' interest in learning. This PKM program was carried out by the academic community of KH University. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. This PKM program aims to increase the interest and enthusiasm of students and is accompanied by an increase in their English vocabulary. The method used in this PKM program is Community Based Research (CBR). Based on the results of observations and implementation, the training provided makes it easier for teachers to teach English to their students. This can be seen from students' responses during the learning process and the questionnaire results given to 20 grade 4 students at SDN Kedungrejo Megaluh. The result is an increase in students' memory of English vocabulary from their activity when given some questions to provoke their memory of the material being taught. The PKM activities can be a reference for teachers to create an innovation in a learning system so that students can easily understand the subjects they are studying.
Keywords: Training, Learning Media, FlashcardAbstrak
Pada jenjang Sekolah Dasar, mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan salah satu muatan lokal wajib bagi peserta didik. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya daya ingat dan pemahaman kosakata bahasa Inggris di jenjang Sekolah Dasar salah satunya yaitu media yang digunakan di beberapa sekolah terlalu monoton, sehingga kurang menarik minat peserta didik terhadap pembelajaran. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan oleh sivitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang. Program PKM ini bertujuan untuk membuat minat dan antusiasme peserta didik menjadi meningkat, serta disertai dengan adanya peningkatan perbendaharaan kosa kata bahasa Inggrisnya. Metode yang digunakan dalam program PKM ini adalah Community Based Research (CBR). Berdasarkan hasil observasi serta implementasi yang dilakukan, dapat dilihat bahwa pelatihan yang diberikan memudahkan guru-guru mengajarkan bahasa Inggris kepada peserta didiknya. Hal ini dapat dilihat dari respon peserta didik selama proses pembelajaran dan hasil angket yang diberikan kepada 20 peserta didik kelas 4 SDN Kedungrejo Megaluh. Hasilnya adalah terlihat adanya peningkatan daya ingat peserta didik terhadap kosakata bahasa Inggris dari keaktifan mereka ketika diberikan beberapa pertanyaan dengan tujuan untuk memancing daya ingat mereka dari materi yang diajarkan. Kegiatan PKM yang dilakukan dapat menjadi acuan bagi guru-guru untuk membuat suatu inovasi dalam suatu sistem pembelajaran agar peserta didik dapat dengan mudah memahami mata pelajaran yang mereka pelajari.
Kata Kunci: Pelatihan, Media Belajar, FlashcardPages: 39-50Views: 998 Downloads: 708PENDAMPINGAN PETANI HUTAN KELOMPOK TANI RIMBA LESTARI DALAM AGROFORESTRI TANAMAN KOPI PADA LAHAN MIRING DI DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG
Abdul Rahman Rusli Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Kustin Bintani Meiganati Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Ina Lidiawati Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Messalina L Salampessy Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Sunardi Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Imelda Indah Sari Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Fathia Nazma Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Rizki Ramdani Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Risa Noviandi Universitas Nusa Bangsa IndonesiaAbstract
Nyungcung Village is at the foot of Mount Halimun Salak and is directly adjacent to the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) area. It has the responsibility to participate in conserving forest areas. The steep topography with an average slope of 50% (45ᵒ) is prone to flooding and landslides. Therefore, land management must consider soil and water conservation to meet people's food needs. The condition of the land and the people in Nyungcung village require assistance from the parties so that the community can obtain solutions to existing problems. UNB, together with partners in the village, namely the Rimba Lestari Farmers Group (KT Rimba Lestari), organized activities aimed at increasing community knowledge about terracing planting techniques and coffee cultivation, assisting in the provision of seeds and coffee seeds to build Village Forests in Malasari Village; assisting in the process of planting coffee plant seeds and providing infrastructure for coffee plant agroforestry activities for KT Rimba Lestari. This PKM activity includes three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation and monitoring stage. The results obtained by the partners have: (1) Increased public insight and knowledge about planting techniques on sloping land and coffee cultivation by an average of 28%, (2) Increased facilities and infrastructure in cultivating land with an agroforestry system which can later improve people's welfare, (3) Contribute to soil and water conservation and can be developed into a tourist destination.
Keywords: Agroforestry, Coffee Plants, Fruits Plants, Nyungcung VillageAbstrak
Kampung Nyungcung berada di kaki Gunung Halimun Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan kawasan hutan. Topografi yang terjal dengan kelerengan rata-rata 50% (45ᵒ) merupakan lahan yang rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sangat penting memperhatikan konservasi tanah dan air. Kondisi lahan dan masyarakat yang ada di kampung Nyungcung membutuhkan pendampingan dari para pihak agar masyarakat dapat memperoleh solusi dari masalah yang ada. Pihak UNB bersama dengan mitra di kampung tersebut, yaitu Kelompok Tani Rimba Lestari (KT Rimba Lestari) menyusun kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman secara terasering dan tentang budidaya tanaman kopi; membantu penyediaan bibit dan benih kopi untuk membangun Hutan Desa di Desa Malasari; mendampingi dalam proses penanaman bibit tanaman kopi dan penyediaan sarana prasarana kegiatan agroforestry tanaman kopi untuk KT Rimba Lestari. Kegiatan PKM ini meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dan monitoring. Hasil yang diperoleh mitra diantaranya: (1) Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman di lahan miring dan budidaya kopi rata-rata sebesar 28%, (2) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menggarap lahan dengan system agroforestry yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (3) Memberikan kontribusi pada konservasi tanah dan air serta dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Kata Kunci: Agroforestri, Kampung Nyungcung, Tanaman Buah, Tanaman KopiPages: 51-60Views: 1,234 Downloads: 1,145rji dan kerja sama
Additional Menu
Information
Statistic
Published by Universitas Nusa Bangsa
Managed by Universitas Nusa Bangsa
Address Jln. KH. Sholeh Iskandar Km.4, Tanah Sareal, Bogor - Jawa Barat 16166
Website https://ejournalunb.ac.id
Email administrator@ejournalunb.ac.id






