Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Full Issue
Articles
-
SOSIALISASI PENYUSUNAN BIAYA PRODUKSI BAGI KEBERLANJUTAN USAHA: PADA USAHA ULTRA MIKRO AFF CILENGSI
Ludwina Harahap Universitas Trilogi Indonesia , Efendri Efendri Universitas Trilogi Indonesia , Lely Dahlia Universitas Trilogi IndonesiaThe problems almost faced by MSMEs in Indonesia are business sustainability, knowledge about the market, sense of competition, financial reporting, product or production costs, access to capital, marketing and other difficulties. The problem will increase and impact the business's continuity in the future if it is not resolved. The issues should be solved one by one and gradually. The primary purpose of this PKM is to educate and assist SMEs (SMEs Azka Frozen Food Cilengsi) about the cost of product or production costs; introduction of types of production costs, identification and calculation of production costs and the implications of the application of production costs to business continuity or sustainability. PKM is carried out in training and other activities such as sharing sessions, consultations and mentoring, calculating production costs and financial management and reporting. After implementing this PKM, AFF SMEs have gained knowledge about simple production costs and can calculate their product costs. Having some knowledge becomes the provision for managing the business better, and also it is expected that AFF SMEs can make improvements in calculating production costs. Accurate calculation of production costs has implications for more competitive selling prices and other strategic movements.
Keywords: Production Cost, Sustainability, Mentoring, SMEs
Abstrak
Pada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh usaha ultra mikro di Indonesia adalah tentang keberlanjutan usaha di masa mendatang, pengetahuan tentang pasar, persaingan dan pengelolaan dan pencatatan keuangan, biaya produksi, permodalan, pemasaran dan kesulitan khas lainnya. Permasalahan tersebut akan semakin bertambah dan menyebabkan terganggunya keberlangsungan usaha bilamana tidak diselesaikan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang biaya produksi dan aspek bisnis lainnya dan juga untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola usaha ultra mikro mitra (Azka Frozen Food Cilengsi/AFF). Metode PKM diantaranya dengan memberikan pelatihan dasar tentang biaya produksi secara online dan pendampingan menghitung biaya produksi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa usaha ultra mikro AFF mendapatkan pengetahuan dan pemahaman lebih baik tentang biaya produksi, serta dapat menghitung biaya produksi sendiri. Perhitungan biaya produksi usaha ultra mikro AFF dapat dilakukan sendiri dan dimanfaatkan dalam menjalankan usaha, seperti melakukan penghematan dan pengelolaan bahan baku. Dampak dari pelaksanaan PKM ini usaha ultra mikro AFF sudah dapat menghitung biaya produksi, paham tentang biaya overhead, dan mengetahui manfaat melakukan perhitungan biaya produksi bagi keberlangsungan usaha.Kata Kunci: Biaya Produksi, Keberlanjutan Usaha, Pendampingan, Ultra Mikro
Pages: 46-57Views: 1,041 Downloads: 664PEMBERDAYAAN PETANI JAMBU KRISTAL (Psidium guajava L.) MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN BERKELANJUTAN DI DESA BANTARSARI, KABUPATEN BOGOR
Andi Masnang Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Sunardi Sunardi Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Fathan Rizki Hadyan Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Dyah Budibruri Wibaningwati Universitas Nusa Bangsa IndonesiaOptimising sustainable land use by integrating crystal guava plants and food crops commodities can increase land's carrying capacity and farmers' incomes. The extension and training activities aim to provide the understanding and improve skills in agricultural land management through optimising sustainable land use. The approach method used in this technical guidance program is to conduct counselling and demonstration plots. Activities that will be held in December 2021 were attended by 23 farmers who are representatives of the crystal guava farmer group in Bantarsari Village, Bogor Regency. This activity took place in three stages. The first stage contains counselling, socialisation and early questionnaire session about optimising sustainable land use. In the second stage, technical training in demonstration plots and selecting suitable commodities for intercropping with guava crystals and how to cultivate environmentally friendly food crops. The third stage was discussion and evaluation through filling out questionnaires to determine the response and the extent of farmers' understanding of optimising sustainable land use after socialisation and technical training. The evaluation results show that farmers are enthusiastic about implementing optimal land management of crystal guava integrated with food and medicinal plants sustainably.
Â
Keywords: Cultivation, Crystal Guava, Land Management, Crops
Â
Abstrak
Â
Optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan dengan mengintegrasikan tanaman jambu kristal dan komoditi dari tanaman pangan dapat meningkatkan daya dukung lahan serta pendapatan petani. Tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan lahan pertanian melalui optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam program bimbingan teknis ini adalah melakukan penyuluhan dan pelatihan demplot. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 diikuti oleh petani yang merupakan wakil dari kelompok petani jambu kristal sebanyak 23 orang di Desa Bantarsari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung tiga tahap. Tahap pertama berisi penyuluhan, sosialisasi dan pengisian kuesioner awal tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan. Pada tahap ke dua, pelatihan teknis di demplot dan memilih komoditi yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jambu kristal serta cara budidaya tanaman pangan berbasis ramah lingkungan. Tahap ke tiga diskusi dan evaluasi melalui pengisian kuesioner untuk mengetahui respon dan sejauh mana pemahaman petani tentang optimalisasi penggunaan lahan berkelanjutan setelah dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani sangat antusias untuk menerapkan pengelolaan lahan jambu kristal secara optimal yang terintegrasi dengan tanaman pangan dan tanaman obat secara berkelanjutan.
                                                                                           Â
Kata Kunci: Budidaya, Jambu Kristal, Pengelolaan Lahan, Tanaman Pangan
Â
Pages: 58-67Views: 1,236 Downloads: 1,216PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PUSPA SARI, KOTA BOGOR DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TANAMAN OBAT KELUARGA
Asmanur Jannah Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Anna Fitriani Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Linar Humaira Universitas Nusa Bangsa , Agista Rosiana Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Sari Anggarawati Universitas Nusa Bangsa , Fathan Hadyan Rizki Universitas Nusa Bangsa , Putri Reska Febriyanti Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Aldiansyah Aldiansyah Universitas Nusa BangsaThe Women Farmers Group (KWT) Puspa Sari is one of the KWTs in Bogor that has succeeded in empowering members and the surrounding community to use vacant land to be productive. Currently, KWT Puspa Sari in Bogor City has business activities, including plant production, medicinal plant processing, marketing processed medicinal plants and microfinance businesses. However, some of the problems faced by KWT include the lack of knowledge related to postharvest handling of medicinal plants into ready-to-sell products. For this reason, it is necessary to increase the knowledge and skills of the management and members of KWT as well as the community around handling harvests, especially TOGA, so that they have added value and increased the selling price. Increased value added can be done by utilizing postharvest technology such as making simplicia followed by packaging and labelling. Packaging equipped with labelling will make the product more durable and attractive. This service activity consists of several stages, including the preparation stage, which provides surveys, targeting, and preparation of materials/materials and tools. The implementation stage includes exposure to material and practice and the training evaluation stage through satisfaction questionnaires and measurement of training activities before and after questionnaires training. This community service activity showed an increase in knowledge and skills in TOGA postharvest management by 18.60 percent after this training. Based on the satisfaction questionnaire distributed to the training participants, 80.31 percent were satisfied with this training activity. Hopefully, with this training, it is hoped that KWT Puspa Sari Bogor City can increase the added value of TOGA and can develop the marketing of cultivation products and postharvest handling of TOGA.
Key words : Postharvest, the added value, TOGA, KWT
Abstrak
Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Sari merupakan salah satu KWT di Kota Bogor yang berhasil memberdayakan anggota dan masyarakat di sekitarnya dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif. Saat ini KWT Puspa Sari Kota Bogor memiliki kegiatan usaha meliputi produksi tanaman, pengolahan tanaman obat, pemasaran hasil olahan tanaman obat, dan usaha keuangan mikro. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi KWT diantaranya masih minimnya pengetahuan terkait penanganan pascapanen tanaman obat menjadi produk siap dijual. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota KWT serta masyarakat sekitar tentang penanganan pascapanen khususnya tanaman obat keluarga agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan harga jualnya. Peningkatan nilai tambah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pascapanen seperti pembuatan simplisia yang dilanjutkan dengan pengemasan dan pelabelan. Pengemasan yang dilengkapi dengan pelabelan akan menjadikan produk lebih awet dan lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya : tahap persiapan yang meliputi survei, penentuan sasaran, penyusunan bahan / materi, dan persiapan alat, tahap pelaksanaan meliputi paparan materi dan praktek. Tahap evaluasi pelatihan melalui angket kepuasan dan pengukuran kegiatan pelatihan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap penanganan pascapanen tanaman obat keluarga (TOGA) sebesar 18,60 % setelah adanya pelatihan ini. Berdasarkan angket kepuasan yang disebarkan kepada peserta pelatihan menunjukkan bahwa 80,31 % dengan adanya kegiatan pelatihan ini. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini KWT Puspa Sari Kota Bogor dapat meningkatkan nilai tambah TOGA dan dapat mengembangkan pemasaran hasil budidaya dan pengelolaan pascapanen TOGA.
Kata Kunci : Pascapanen, nilai tambah, TOGA, KWT
Pages: 68-76Views: 690 Downloads: 708TEPUNG TALAS VARIETAS BARU SEBAGAI BAHAN BAKU COOKIES KWT SAWARGI KELURAHAN SITU GEDE KECAMATAN BOGOR BARAT
Febi Nurilmala Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Nina Ariesta Program studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Nurlela Nurlela Program studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , IGA Manik Widhyastini Program studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Mia Azizah Program studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Nusa Bangsa IndonesiaThe purpose of the following community service activity is to educate KWT Sawargi members through counselling on the use of new varieties of taro plants Febi521 and its post-harvest processing for processed taro production houses, as well as preparing activity plans for implementing the use of new varieties of taro Febi521 and its post-harvest processing. The target group of this activity are the residents of the Women Farmers Group (KWT) Sawargi, Situ Gede Village, West Bogor District, Bogor City. This Community Service activity can be divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity have a positive impact on increasing knowledge and skills and have the potential to improve the economy of the community. KWT members have a new understanding of the new taro variety Febi521, which has the advantage of not itching due to low levels of calcium oxalate. KWT also knows the nutritional value of Febi521 taro. In addition, KWT members also understand Febi521's post-harvest processing techniques and skills in processing taro products in the form of cookies made from taro flour. Sustainability support of this activity, the team provided new varieties of taro seeds Febi521 and production tools for post-harvest processing of taro.
Keywords: taro; Febi521, post-harvest, taro flour, cookies
AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk edukasi kepada mitra KWT Sawargi melalui penyuluhan pemanfaatan tanaman talas varietas baru Febi521 dan pengolahan pascapanennya dan menyusun rencana aktivitas implementasi pemanfaatan tanaman talas varietas baru Febi521. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam tiga tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Anggota KWT memiliki pemahaman yang baru tentang talas varietas baru Febi521 yang memiliki keunggulan tidak gatal karena rendahnya kadar kalsium oksalat. KWT juga memiliki pengetahuan tentang nilai gizi talas Febi521. Selain itu, para anggota KWT juga memahami teknik pengolahan pascapanen talas Febi521 serta memiliki keterampilan dalam mengolah produk olahan talas berupa cookies berbahan dasar tepung talas. Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ini, tim memberikan bibit talas varietas baru Febi521 dan alat produksi olahan talas pascapanen.
Kata Kunci: talas, Febi521, pascapanen, tepung talas, cookies
Pages: 77-86Views: 1,218 Downloads: 1,018PEMBUATAN JALUR WISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA MALASARI KECAMATAN NANGGUNG KABUPATEN BOGOR
Tun Susdiyanti Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Sofian Iskandar Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Ratna Sari Hasibuan Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Ina Lidiawati Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa Indonesia , Teguh Angguh Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa , Silviana Hasan Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa BangsaMost Malasari village areas were a part of Gunung Halimun Salak National Park. The people of Malasari village are farmers. Besides that, they also worked as an illegal miner (Gurandil) in an Aneka Tambang co-mining area. Ltd. Malasari Village has the potential natural beauty that can be used as a tourist-visit area. Malasari Village's people formed a tourism awareness group based on its natural beauty potential. Mapping of tourism potential is needed to develop natural tourism in Malasari Village. This community service activity aimed to map tourism potential, create paths and install interpretation boards, and assist the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) related to group legality management. All these activities are carried out with the community to get accurate results per the objectives. The results of this service are the availability of tourist maps, interpretation paths, interpretation board facilities and infrastructure, installation of interpretation boards and directions to tourist destinations, and the formation of the Sacred Village Tourism Awareness Group, which is a legal entity.
Â
Keywords: Malasari village, the potency of tourism, interpretation track
Â
Abstrak
Â
Desa Malasari sebagian besar wilayahnya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Mata pencaharian masyarakatnya selain bertani juga menjadi gurandil, yaitu menambang emas secara ilegal dalam kawasan konsesi PT Aneka Tambang. Desa Malasari memiliki keindahan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan, sangat potensial sebagai daerah kunjungan wisata. Mempertimbangkan potensi ini, masyarakat desa membentuk Kelompok Sadar Wisata. Dalam rangka pengembangan wisata alam di Desa Malasari, perlu dilakukan pemetaan potensi wisata. Pengabdian kepada masyarakat ini, bertujuan untuk memetakan potensi wisata, pembuatan jalur dan pemasangan papan interpretasi, serta pendampingan pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berkaitan dengan pengurusan legalitas kelompok. Untuk mendapatkan hasil yang realistis sesuai dengan tujuan, seluruh kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat. Hasil pengabdian ini adalah tersedianya peta wisata, jalur interpretasi, sarana dan prasarana papan interpretasi, pemasangan papan-papan interpretasi dan penunjuk arah ke lokasi tujuan wisata, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Kampung Keramat yang berbadan hukum.
Â
Kata Kunci : Desa Malasari, potensi wisata, jalur interpretasi
Pages: 87-100Views: 1,127 Downloads: 988rji dan kerja sama
Additional Menu
Information
Statistic
Published by Universitas Nusa Bangsa
Managed by Universitas Nusa Bangsa
Address Jln. KH. Sholeh Iskandar Km.4, Tanah Sareal, Bogor - Jawa Barat 16166
Website https://ejournalunb.ac.id
Email administrator@ejournalunb.ac.id






