PRODUKSI IKAN UNGGUL DI LAHAN MINAPADI SECARA INTENSIF
DOI:
https://doi.org/10.31938/jsn.v4i1.72Abstract
Superior Fish Production in Intensive Paddy Cum Fish Culture
        Aquaculture development in Indonesia is expected to push forward the fish farmers entrepreneurship and competitiveness of aquaculture products in a sustainable manner through improved efficiency and cooperative advantages. Development of fisheries resources in accordance with the management and the optimal use or to provide added value of the fish itself also to provide other products. One technology that can be used is through technology in paddy cum fish culture. This study aimed to improve of land productivity through superior tilapia production in paddy cum fish culture system. In general, the best results obtained in treatment A (no treatment). Productivity of rice and fish could be enhanced by applying paddy cum fish culture  system by 4 to 5.5 million or 10-15% per hectare rice field.
Keywords: Minapadi, Productivity, Nila, Fertilizer
Â
ABSTRAK
         Pengembangan perikanan budidaya di Indonesia ke depan diharapkan dapat mendorong masyarakat perikanan/pembudidaya untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan daya saing produk perikanan budidaya secara berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi dan keunggulan koperatif. Pengembangan sumber daya perikanan yang sesuai dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal dan dapat memberikan nilai tambah selain dari ikannya itu sendiri juga produk lainnya. Salah satu teknologi yang dapat digunakan yaitu melalui teknologi minapadi. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan produktivitas lahan melalui produksi ikan nila unggul dalam sistem minapadi. secara umum, hasil terbaik diperoleh pada perlakuan A (tanpa perlakuan). Dari hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa Ikan nila lebih baik pertumbuhannya dibanding mas.Secara umum hasil terbaik diperoleh dari lahan kontrol atau tanpa perlakuan. Produktivitas padi dan ikan dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem minapadi senilai 4-5,5 juta atau 10-15% tiap hektar sawah.
Kata kunci : minapadi, produktifitas, Nila, pupukDownloads
References
Ali, M.H., G.L. Mateo. 2007. Economics of Rice-Fish Culture in Wet Land Rice Ecosystems. SAARC Journal of Agriculture 5(2)
Arifin, O Z., G H. Huwoyon dan R. Gustiano. 2009. Keragaan Pertumbuhan Ikan Nila Hitam (BEST) Dan Nila Merah (NIFI) (Oreochromis niloticus) Dalam Pemeliharaan Terpisah Di Kolam. Prosiding Seminar Nasional Perikanan UGM 2009. Yogjakarta. 8 hal.
FAO Fisheries Department, 2006.State of world aquaculture 2006.FAO Fisheries Technical Paper.No. 500.Rome, 134p.
Huwoyon, G.H., O.Z. Arifin dan R. Gustiano. 2009. Uji Ketahanan Lingkungan Populasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Karamba Jaring Apung Di Danau Lido. Prosiding Seminar Nasional Perikanan UGM 2009 Yogjakarta. 6 hal.
Matricia, T., A.J. Talbot and R.W. Doyle. 1989. Instantaneous Growth Rate of Tilapia Genotypes in Undisturbed Aquaculture Systems I. “Red†and “Grey†Morphs in Indonesia.Aquaculture 77: 295-302.
Romana-Equia, M.R.R and R.W. Doyle. 1992. Genotype-Environment Interaction in the Response of Three Strains of Nile Tilapia to Poor Nutrition. Aquaculture 108:1-12.
Sugiyama, S., Staples, D., Funge-Smith, S.J., 2004. Status and potential of fisheries and aquaculture in Asia and the Pacific.FAO Regional Office for Asia and the Pacific. RAP Publication 2004/25. 53 pp.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Wahyulia Cahyanti, Vitas Atmadi Prakoso, Otong Zenal Arifin, Irin Iriana Kusmini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















